Android dan iPhone Dominasi Pasar Ponsel AS


Pasar ponsel di Amerika Serikat didominasi oleh dua model smartphone, yaitu ponsel dengan sistem operasi Android dan iPhone. Keduanya menjadi smartphone idola di negaranya Barack Obama tersebut.

Berdasarkan riset terbaru Nielsen, dari keseluruhan pelanggan seluler di AS, sebanyak 49,7 persen adalah pengguna smartphone. Dari jumlah itu, smartphone yang paling banyak digunakan adalah perangkat Android dan Apple iPhone.

Sebanyak 48 persen pengguna smartphone adalah pengguna perangkat Android. Apple berada di bawahnya, yakni 32,1 persen. Sedangkan pengguna BlackBerry sebesar 11,6 persen dan sisanya merupakan pengguna smartphone yang lain.

Hasil riset terbaru Nielsen ini tak jauh berbeda dengan hasil riset yang dilakukan ComScore, yang dirilis pada 6 Maret 2012 lalu. Comscore melakukan riset selama 3 bulan, yang dimulai sejak Januari 2012.

Dari hasil penelitian Comscore, sebanyak 48,6 persen pengguna smartphone menggunakan perangkat Android, lalu Apple 29,5 persen, BlackBerry 15,2 persen, dan Windows Phone 4,4 persen.

Nielsen memprediksi, Apple akan mengalami lonjakan pengguna setelah iPhone 5 diluncurkan. Pasalnya, dari hasil riset, Nielsen pernah menemukan bahwa pengguna Apple meningkat 25,1 persen dalam waktu 3 bulan, setelah iPhone 4S diluncurkan.

Demi Tablet 150 Dollar AS, Google Siap "Nombok"

 
Laris manisnya penjualan iPad besutan pesaingnya membuat Google semakin yakin harus turun langsung meramaikan bisnis ini.

Sebelumnya, Google hanya menyuplai sistem operasi Android untuk vendor-vendor tablet, seperti Samsung dan HTC.

Perusahaan yang lebih terkenal dengan mesin pencari ini dikabarkan akan meluncurkan tablet Nexus. Google mendekati Asus untuk membuat produk dengan harga 199 dollar AS tersebut.

Namun, kabar terbaru menyebutkan, Google menginginkan harga tablet tersebut lebih murah. Google akan mematok harga tablet Nexus ini lebih murah, yaitu 150 dollar AS, lebih murah dibanding harga iPad termurah 499 dollar AS dan Kindle Fire 200 dollar AS.

Untuk menekan harga jual tablet tersebut menjadi 150 dollar AS, Google pun tak segan memberikan subsidi.

Subsidi ini harus diberikan Google karena sebenarnya harga penjualan itu di bawah biaya produksi tabletnya.

Ini merupakan langkah berani yang dilakukan Google demi bisa menyalip kompetitornya, yaitu Apple dengan iPad-nya.

Produk ini kemungkinan besar akan hadir di pasaran pada kuartal III tahun ini.